Senin, 27 Oktober 2008

Mengingat Allah SWT

MENGINGAT ALLAH SWT

Pernahkah Anda bayangkan bila pada saat kita berdoa, kita mendengar ini: “Terima kasih, Anda telah menghubungi Baitullah�. Tekan 1 untuk ‘meminta’. Tekan 2 untuk ‘mengucap syukur’. Tekan 3 untuk ‘mengeluh‘. Tekan 4 untuk ‘permintaan lainnya’.� Atau….

Bagaimana jika Malaikat memohon maaf seperti ini:
“Saat ini semua malaikat sedang membantu pelanggan lain. Tetaplah sabar menunggu. Panggilan Anda akan dijawab berdasarkan urutannya.�
Atau, bisakah Anda bayangkan bila pada saat berdoa, Anda mendapat respons seperti ini: “Jika Anda ingin berbicara dengan Malaikat�, Tekan 1. Dengan Malaikat Mikail, Tekan 2. Dengan malaikat lainnya, Tekan 3.. Jika Anda ingin mendengar sari tilawah saat Anda menunggu, Tekan 4. “Untuk jawaban pertanyaan tentang hakekat surga & neraka, silahkan tunggu sampai Anda tiba di sini!!�
Atau bisa juga Anda mendengar ini : “Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelpon hari ini. Silakan mencoba kembali esok hari..� atau… “Kantor ini ditutup pada akhir minggu. Silakan menelpon kembali hari Senin setelah pukul 9 pagi.�
Alhamdulillah. .. Allah SWT mengasihi kita, Anda dapat menelpon-Nya setiap saat!!! Anda hanya perlu untuk memanggilnya kapan saja dan Dia mendengar Anda. Karena bila memanggil Allah, Anda tidak akan pernah mendapat nada sibuk. Allah menerima setiap panggilan dan mengetahui siapa pemanggilnya secara pribadi.

Ketika Anda memanggil-Nya, gunakan nomor utama ini: 24434
2 : shalat Subuh
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya

Atau untuk lebih lengkapnya dan lebih banyak kemashlahatannya, gunakan nomor ini : 28443483

2 : shalat Subuh
8 : Shalat Dhuha
4 : shalat Zuhur
4 : shalat Ashar
3 : shalat Maghrib
4 : shalat Isya
8 : Shalat Lail (tahajjud atau lainnya)
3 : Shalat Witir

Info selengkapnya ada di Buku Telepon berjudul “Al Qur’anul Karim & Hadist Rasul� Langsung hubungi, tanpa Operator tanpa Perantara, tanpa dipungut biaya.
Nomor 24434 dan 28443483 ini memiliki jumlah saluran hunting yang tak terbatas dan seluruhnya buka 24 jam sehari 7 hari seminggu 365 hari setahun !!!
Sabda Rasulullah S.A.W : “Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak buih laut�
7 Kalimah ALLAH: 1. Mengucap “Bismillah� pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu. 2. Mengucap � Alhamdulillah� pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu. 3. Mengucap “Astaghfirullah� jika lidah terselip perkataan yang tidak patut. 4. Mengucap � Insya-Allah� jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok. 5. Mengucap “La haula wala kuwwata illa billah� jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini. 6. Mengucap “inna lillahi wa inna ilaihi rajiun� jika menghadapi dan menerima musibah. 7. Mengucap “La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah � sepanjang siang dan malam sehingga tak terpisah dari lidahnya.
Dari tafsir Hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat. .. mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu… mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa.
dari milis motivasi

Renungan Karena Poligami AA Gym

Sesungguhnya Al Quran mengajarkan kesetaraan antara pria & wanita (surat 33:35; 16:97 ; 4:124; 40:40). Mengawini lebih dari satu istri tujuannya membebaskan perbudakan (surat 4:24) atau perempuan yatim (surat 4:3) pada jaman itu. Tapi kalau kamu tidak bisa berbuat adil maka kawinilah seorang saja (surat 4:3). Ternyata nabi tidak bisa berlaku adil walaupun ia sangat menghendakinya sehingga ditegur oleh Allah (surat 4:129).


Mengawini lebih dari satu istri hanya khusus untuk nabi, bukan untuk semua mukmin (srt 33:50). Setelah ayat tersebut turun, maka Nabi tidak boleh berpoligami lagi atau menggantinya dengan yang lain sekali pun mereka cantik ( surat 33: 52), apalagi manusia biasa. Terakhir, gaulilah isterimu secara patut, dan bila kamu tidak menyukainya, bersabarlah karena Allah memberi istrimu kebaikan yang banyak (surat 4 : 19). Amin.

Rahasia Di Balik Perkawinan Nabi Muhammad SAW

Ketika orang-orang mendengar bawah Nabi Muhammad SAW mempunyai banyak istri semasa hidupnya, timbul suara-suara yang sumbang ke arah Nabi
Muhammad SAW. Padahal, kalau mereka mau menelaah lebih dalam untuk mengetahui apa rahasia di balik perkawinan Nabi Muhammad SAW, niscaya mereka akan mengerti dan memaklumi adanya bahkan akan memuji kepintaran strategi dari Nabi besar Muhammad SAW, yaitu: "political and social motives".

Perkawinan pertamanya dengan Khadijah dilakukan ketika dia berumur 25 tahun dan Khadijah berumur 40 tahun. Selama hampir 25 tahuh, Nabi SAW hanya beristrikan Khadijah, sampai Khadijah meninggal dunia di umur 65 tahun
(semoga Allah memberkahinya). Hanya setelah Nabi SAW berumur lebih dari 50 tahun, barulah nabi SAW mulai menikah lagi. Dengan demikian jelaslah bahwa jika memang Nabi SAW hanya mencari kesenangan semata, tentulah tidak perlu beliau menunggu sampai berusia lebih dari 50 tahun, baru menikah lagi. Tapi Nabi Muhammad SAW tetap mencintai Khadijah selama 25 tahun, sampai Khadijah meninggal dunia di usia 65 tahun.

Perkawinannya selanjutnya mempunyai banyak motif. Beberapa perkawinan
adalah dengan tujuan membantu wanita yang suaminya baru saja terbunuh
di dalam membela Islam. Yang lain adalah demi menambah dan mempererat
hubungan dengan salah satu pendukung fanantik Islam, Abu Bakr (semoga Allah memberkahinya) .

Ada juga dalam upaya membangun hubungan yang baik dengan suku-suku lain
yang semula berniat memerangi Islam. Ketika Nabi SAW mengawininya,
maka perang pun terhindarkan dan darah pun tak jadi tumpah.

Setidaknya, ada Professor Non-Muslim yang berkesempatan mempelajari secara langsung mengenai sejarah dan kehidupan Nabi Muhammad SAW berkesimpulan yang berbeda dengan kesimpulan kaum non-muslim lainnya.

John L. Esposito, Professor Religion and Director of Center for International Studies at the College of the Holly Cross, mengatakan bahwa hampir seluruh perkawinan Nabi Muhammad SAW adalah mempunyai misi sosial dan politik (political and social motives) (Islam The straight Path, Oxford University Press, 1988).

Salah seorang non-muslim lainnya, Caesar E. Farah menulis sebagai berikut:
"In the prime of his youth and adult years Muhammad remained thoroughly
devoted to Khadijah and would have none other for consort".

Caesar Farah pun berkesimpulan bahwa perkawinan Nabi Muhammad SAW lebih karena alasan politis dan alasan menyelamatkan para janda yang suaminya meninggal dalam perang membela Islam. Sehingga memang jika melihat lagi ke sejarah, maka dapatlah diketahui apa alasan sebenarnya perkawinan nabi Muhammad SAW.

Berikut ini kita tampilkan nama-nama Istri Nabi Muhammad SAW beserta
sekilas penjelasannya:
1. Khadijah: Nabi mengawini Khadijah ketika Nabi masih berumur 25 tahun,
sedangkan Khadijah sudah berumur 40 tahun. Khadijah sebelumnya sdh
menikah 2 kali sebelum menikah dengan Nabi SAW. Suami pertama
Khadijah adalah Aby Haleh Al Tamimy dan suami keduanya adalah Oteaq
Almakzomy, keduanya sudah meninggal sehingga menyebabkan Khadijah
menjadi janda. Lima belas tahun setelah menikah dengan Khadijah, Nabi
Muhammad SAW pun diangkat menjadi Nabi, yaitu pada umur 40 tahun.
Khadijah meninggal pada tahun 621 A.D, dimana tahun itu bertepatan
dengan Mi'raj nya Nabi Muhammad SAW ke Surga. Nabi SAW sangatlah
mencintai Khadija. Sehingga hanya setelah sepeninggalnya Khadijah lah
Nabi SAW baru mau menikahi wanita lain.


2. SAWDA BINT ZAM'A: Suami pertamanya Al Sakran Ibn Omro Ibn Abed Shamz, meninggal beberapa hari setelah kembali dari Ethiophia.
Umur Sawda Bint Zam'a sudah 65 tahun, tua, miskin dan tidak ada yang
mengurusinya. Inilah sebabnya kenapa Nabi SAW menikahinya.


3. AISHA SIDDIQA: Seorang perempuan bernama Kholeah Bint Hakeem
menyarankan agar Nabi SAW mengawini Aisha, putri dari Aby Bakrs,
dengan tujuan agar mendekatkan hubungan dengan keluarga Aby Bakr.
Waktu itu Aishah sudah bertunangan dengan Jober Ibn Al Moteam Ibn
Oday, yang pada saat itu adalah seorang Non-Muslim. Orang-orang di
Makkah tidaklah keberatan dengan perkawinan Aishah, karena walaupun
masih muda, tapi sudah cukup dewasa untuk mengerti tentang tanggung
jawab dalam sebuah perkawinan. Nabi Muhammad SAW bertunangan dulu
selama 2 tahun dengan Aishah sebelum kemudian mengawininya. Dan
bapaknya Aishah, Abu Bakr pun kemudian menjadi khalifah pertama
setelah Nabi SAW meninggal.


4. HAFSAH BINT U'MAR: Hafsah adalah putri dari Umar, khalifah ke dua.
Pada mulanya, Umar meminta Usman mengawini anaknya, Hafsah. Tapi
Usman menolak karena istrinya baru saja meninggal dan dia belum mau
kawin lagi. Umar pun pergi menemui Abu Bakar yang juga menolak untuk
mengawini Hafsah. Akhirnya Umar mengadu kepada nabi bahwa Usman
dan Abu Bakar tidak mau menikahi anaknya. Nabi SAW pun berkata pada
Umar bahwa anaknya akan menikah, juga Usman akan kawin lagi.
Akhirnya, Usman mengawini putri Nabi SAW yiatu Umi Kaltsum, dan
Hafsah sendiri kawin dengan Nabi SAW. Ini membuat Usman dan Umar
gembira.


5. ZAINAB BINT KHUZAYMA: Suaminya meninggal pada perang UHUD,
meninggalkan dia yang miskin dengan beberapa orang anak. Dia sudah
tua ketika nabi SAW mengawininya. Dia meninggal 3 bulan setelah
perkawinan yaitu pada tahun 625 A.D.


6. SALAMA BINT UMAYYA: Suaminya, Abud Allah Abud Al Assad Ibn Al
Mogherab, meninggal dunia, sehingga meninggalkan dia dan anak-anaknya
dalam keadaan miskin. Dia saat itu berumur 65 tahun. Abu Bakar dan
beberapa sahabat lainnya meminta dia mengawininya, tapi karena
sangat cintanya dia pada suaminya, dia menolak. Baru setelah Nabi
Muhammad SAW mengawininya dan merawat anak-anaknya, dia bersedia.


7. ZAYNAB BINT JAHSH: Dia adalah putri bibinya Nabi Muhammad SAW,
Umamah binti Abdul Muthalib. Awalnya Nabi Muhammad SAW sudah
mengatur agar Zaynab mengawini Zayed Ibn Hereathah Al Kalby. Tapi
perkawinan ini kandas, dan Nabi menerima wahyu bahwa jika
mereka bercerai nabi mesti mengawini Zaynab (surat 33:37).


8. JUAYRIYA BINT AL-HARITH: Suami pertamanya Masafeah Ibn Safuan.
Nabi Muhammad SAW menghendaki agar kelompok Juayreah (Bani Al
Mostalaq) masuk Islam. Juayreah menjadi tahanan ketika Islam menang
pada perang Al-Mustalaq (Battle of Al-Mustalaq) . Bapak Juayreyah
datang pada Nabi SAW dan memberikan uang sebagai penebus anaknya,
Juayreyah. Nabi SAW pun meminta sang Bapak agar membiarkan
Juayreayah untuk memilih. Ketika diberi hak untuk memilih, Juayreyah
menyatakan masuk islam dan menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW
adalah utusan Allah yang terakhir. Akhirnya Nabi pun mengawininya,
dan Bani Almustalaq pun masuk islam.


9. SAFIYYA BINT HUYAYY: Dia adalah dari kelompok Jahudi Bani Nadir. Dia
sudah menikah dua kali sebelumnya, dan kemudian menikahi Nabi SAW.
Ceritanya cukup menarik, mungkin Insha Allah disampaikan terpisah.


10. UMMU HABIBA BINT SUFYAN: Suami pertamanya adalah Aubed Allah
Jahish. Dia adalah anak dari Bibi Rasulullah SAW. Aubed Allah
meninggak di Ethiopia. Raja Ethiopia pun mengatur perkawinan dengan
Nabi SAW. Dia menikah dengan nabi SAW pada 1 AH, tapi baru
pada 7 A.H pindah dan tinggal bersama Nabi SAW di Madina, ketika nabi
60 tahun dan dia 35 tahun.


11. MAYMUNA BINT AL-HARITH: Dia masih berumur 36 tahun ketika
menikah dengan Nabi Muhammad SAW yang sudah 60 tahun. Suami
pertamanya Abu Rahma Ibn Abed Alzey. Ketika Nabi SAW membuka
Makkah tahun 630 AD, dia datang menemui Nabi SAW, masuk Islam dan
meminta agar Rasullullah mengawininya. Akibatnya, banyaklah orang
Makkah merasa terdorong untuk merima Islam dan nabi SAW.


12. MARIA AL-QABTIYYA: Dia awalnya adalah orang yang membantu
menangani permasalahan di rumah Rasullullah yang dikirim oleh Raja
Mesir. Dia sempat melahirkan seorang anak yang diberi nama Ibrahim.
Ibrahim akhirnya meninggal pada umur 18 bulan. Tiga tahun setelah
menikah, Nabi SAW meninggal dunia, dan akhirnya meninggal 5 tahun
kemudian, tahun 16 A.H. Waktu itu, Umar bin Khatab yang menjadi Iman
sholat Jenazahnya, dan kemudian dimakamkan di Al-Baqi.


Kalau sudah tahu begini dan kalau memang dikatakan mau mengikuti Sunnah
Nabi Muhammad SAW, kira-kira masih minat dan berani tidak kaum adam ber-istri lebih dari 1?

(sumber: anwary-islam. com)